Uang Palak Atau Jatah Preman Ketua Majelis Syuro PKS

Kehidupan preman selalu identik dengan kehidupan keras anak jalanan, baik di pasar, terminal maupun tempat kehidupan malam, Kehidupan para preman disana tak pernah lepas dari palak memalak pada para pedagang, supir angkutan umum maupun pemilik tempat hiburan malam, alasan klasik yang disampaikan para preman itu biasanya terkait dengan jatah uang keamanan atau uang palak untuk keamanan.


Namun seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman, kini monopoli kehidupan preman tidak hanya ada dipusaran pasar, terminal maupun kehidupan malam. Gaya hidup ala preman ini sekarang sudah merambah sampai ke tingkat yang lebih tinggi lagi, baik di lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif maupun partai politik.


Bermodalkan pengaruh yang dimilikinya dilembaga tersebut, para preman berdasi ini mempergunakan pengaruhnya untuk meminta jatah layaknya pemalakan ala preman. Tidak tanggung-tanggung, jatah uang palaknya bisa mencapai angka milyaran rupiah sekali malak.


Kalau preman kecil uang palaknya hanya dipusaran sekitar pasar dengan jatah malaknya tak lebih dari angka ribuan rupiah, tetapi preman yang satu ini justru malaknya dipusaran hitam daging berjanggut di kementerian pertanian, jatah uang palaknya juga disesuaikan dengan pengaruh yang dimilikinya dan angka malaknya sungguh sangat fantastis yaitu sebesar 17 milyar rupiah sekali malak.


Siapakah preman paling besar jatah malaknya itu ? Apakah jatah malaknya itu berkaitan dengan masalah uang keamanan atau uang palak untuk keamanan ? Tetapi yang pasti preman yang satu ini sungguh luar biasa sepak terjangnya, terungkapnya uang palak jatah preman ini berawal dari kata sandi Engkong yang didapat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi berdasarkan hasil penyadapan telpon antara Ahmad Fathanah dengan seseorang yang diduga adalah Ridwan anak kandung Ketua majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin.


Bukti rekaman yang dibuka oleh penyidik KPK, ketika KPK memeriksa Hilmi Aminuddin sebagai saksi untuk tersangka Luthfi Hasan Isaaq mantan presiden PKS. Saat pemeriksaan sebagai saksi, Penyidik KPK membuka rekaman percakapan dua orang itu di depan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin.


Rekaman itu berisi pembicaraan antara Ahmad Fathanah dengan seseorang. Dalam rekaman antara Fathanah dan orang yang diduga bernama Ridwan itu, berbicara dengan beberapa kata sandi. Misalnya saja ada kata sandi Engkong yang diduga merujuk pada sosok Hilmi Aminuddin. Nah, orang yang diduga Ridwan itu menanyakan perihal angka 17 Milyar untuk Engkong, apakah sudah dikirimkan atau tidak. Kata sandi ini bila diartikan dalam bahasa preman mengandung arti sebagai berikut :


“Apakah uang palak untuk jatah preman sebanyak Rp.17 milyar sudah dikirim ke engkong atau tidak”


Wah hebat banget uang palak jatah preman si engkong ini dan bila nantinya jatah preman itu terbukti serta kata sandi engkong itu mengarah ke Hilmi Aminuddin yang menjabat sebagai ketua Majelis Syuro PKS, Maka patut diduga bahwa sosok engkong ini tentunya akan menjadi engkong yang paling hebat dan berani, Bagaimana tidak disebut hebat dan berani, seandainya permintaan engkong ini sebanyak Rp.17 milyar dipenuhi, maka selayaknya engkong ini mendapat julukan sebagai engkongnya preman karena jatah malaknya gede amat.


Sebab dibandingkan preman pasar, jatah malak engkong ini sungguh luar biasa. Jatah palak preman pasar ribuan hanya sebatas ribuan rupiah saja. Itu pun mereka sudah mempertaruhkan jiwa dan raganya, namun beda dengan engkongnya preman ini, hanya dengan duduk manis saja, sang engkong ini sudah mendapat jatah palakan preman sebesar Rp.17 milyar tanpa harus mempertaruhkan jiwa dan raganya, sehingga wajar saja, bila nantinya kata sandi engkong ini benar-benar bagian dari jatah preman maka sudah selayaknya sang engkong ini mendapat julukan sebagai engkongnya preman.


Berita Lainnya :

 
Template Modify by
Creating Website

Proudly powered by
Blogger